10 Mitos Luar Angkas Yang Masih Dianggap Sebagai Fakta

7:48 AM
Langit menyimpan banyak misteri, saking luasnya banyak hal belum dapat dieksplore oleh maanusia. Satu-satunya cara untuk menikmati fantasi angkasa adalah melalui film-film holywood. Waluapun begitu tidak semua apa yang terjadi dalam film sesuai dengan faktanya. Banyak hal yang tidak diajarkan mengenai angkasa di sekolah-sekolah. Sehingga terkadang kita berprasangka banyak hal mengenai luar angkasa yang sebenarnya itu semua hanyalah mitos semata.

1.Lubang Hitam
Berbicara tentang lubang hitam, maka kebanyakan kita akan terlintas difikiran bahwa lubang hitam adalah lubang yang sangat gelap seperti mesin vacum cleaner  di luar angkasa dan ia melahap segalanya yang ada di dekatnya.

Faktanya guys walaupun disebut sebagai lubang hitam, lubang hitam bukanlah sebuah lubang yang kita kira. Dinamakan begitu karena ia layaknya seperti lubang, karena materi yang didekatnya akan terperangkap dalam medan gravitasi yang amat kuat dan saking kuatnya, gravitasi ini dapat merobek apapun hingga ke molekul dan atom.

Lubang hitam sebenarnya memiliki bentuk seperti bola dan di dalamnya terdapat materi yang amat-amat-super-duper padat. Karena lubang hitam sangatlah kuat medan gravitasinya, kita tidak bisa menerima data atau hal apapun dari inti lubang hitam itu.

2.Sulit Melewati Asteoroid
Jika kamu sering memainkan game dan menonton film mengenai angkasa luar, pastinya seringkali menggambarkan bahwa sabuk asteroid adalah zona bahaya. Wilayah yang dipenuhi oleh asteroid disana-sini. Dan sebuah pesawat luar angkasa mustahil untuk melewati wilayah ini kecuali jika pengandaranya memiliki keterampilan yang sangat baik.

Namun faktanya sabuk asteroid bukan seperti yang mereka katakan. Walaupun memang  merupakan rumah bagi jutaan asteroid. Namun, sabuk asteroid sangatlah tidak padat. Faktanya, jarak rata-rata antara satu asteroid dengan asteroid lainnya mencapai puluhan kilometer.

Ini dibuktikan dengan beberapa wahana luar angkasa yang sukses melewati "danger zone" ini tanpa menemui masalah. Bahkan wahana Dawn milik NASA telah lama mengorbit di sabuk asteroid dan ia berhasil menuntaskan misinya. 

3.Manusia Meledak Di Angkasa
Mungkin kalian pernah menonton film-film hollywood bahwa jika orang dikirim luar angkasa tanpa baju luar angkasa, Cairan tubuh akan menguap karena tidak ada tekanan udara yang membuatnya tetap cair dan gas-gas ditubuh akan mengembang karena tidak ada tekanan udara. Dan akhirnya, Tubuh akan meledak seperti balon.

Namun, faktanya tubuh manusia lebih kuat daripada balon. Kulit, otot, organ dan tulang kita memiliki kekuatan yang dapat menahan gas-gas yang mengembang di dalam tubuh kita. Karena itu, tubuh kita tidak akan meledak.

4.Merkurius Planet Terpanas
Kita mengetahui bahwa planet merkurius merupakan planet urutan pertama yang paling dekat dengan matahari. Oleh karenanya kebanyakan kita juga menyakini bahwa planet merkuriuss ini adalah planet terpanas yang ada di tatasurya karena lokasinya yang dekat dengan matahari.

Namun faktanya tidak begitu, planet terpanas di tata surya sebenarnya adalah planet Venus. Memang merkurius juga memiliki tingkatan panas yang tinggi yaitu 430 derajat celcius, namun panasnya planet venus mencapai  482 derajat celcius.

Jadi apa yang membuat Venus lebih panas dari Merkurius? Itu karena Merkurius tidak memiliki atmosfer, Setiap panas yang Merkurius terima dari matahari dengan cepat hilang kembali ke angkasa.
Sedangkan Venus memiliki atmosfir yang mengandung karbon dioksida sangat tebal. Atmosfer tebal ini membuat permukaan Venus lebih panas karena panas tidak terlepaskan kembali ke angkasa, atau disebut dengan efek rumah kaca.

5.Bagian Bulan Yang Gelap
Ada yang beranggapan bahwa ada sisi bulan yang selalu gelap. Pandangan yang salah kaprah ini timbul karena ada bagian bulan yang tidak pernah terlihat dari bumi. Hal ini berkaitan dengan fenomena tidal locking. Yaitu wajah Bulan yang secara permanen membelakangi dan tidak terlihat dari Bumi. Hal ini terjadi karena Bulan mengalami penguncian gravitasi oleh Bumi. Kala rotasi dan revolusi Bulan yang sama membuat hanya satu wajahnya saja yang menghadap Bumi.

 Pada kenyataannya, setiap bagian dari bulan disinari oleh matahari pada waktu-waktu tertentu.  Contohnya seperti pada saat fase Bulan Baru atau saat Gerhana Matahari Total, posisi Bulan yang berada di antara Matahari dan Bumi membuat sisi jauhnya yang akan tersinari Matahari, bukan sisi yang selama ini kita lihat dari Bumi.

6.Matahari Berwarna Kuning
Saat kecil kita sering menggambar matahari dan mewarnainya dengan menggunakan warna kuning. Dan kita percaya bahwa matahari memiliki warna kuning. Padahal warna sesungguhnya matahari bukanlah kuning melainkan putih.

Atmosfer bumi membelokkan cahaya matahari dengan menggunakan efek hamburan sehingga kelihatan kuning, namun saat siang tiba maka kita akan melihat matahari berwarna putih. Hal inilah yang juga membuat langit memiliki warna biru pada siang hari dan kemerah-merahan saat matahari tengggelam.

7.Tidak Ada Grafitasi Di Angkasa
Sering, saat kita melihat adegan astronot yang sedang melayang-layang di ruang angkasa, kita menganggap hal itu terjadi karena tidak adanya gaya gravitasi. Namun pada kenyatannya, terdapat gaya gravitasi di ruang angkasa, cukup besar malah.

Tetapi mengapa astronot yang sedang berada di ruang angkasa terlihat tubuhnya sangat ringan sehingga sampai melayang-layang? Alasannya adalah karena mereka mengorbit bumi. Tubuh mereka sebenarnya sedang jatuh ke bumi tetapi ada gerakan menyamping yang cukup untuk menahan tubuh mereka tidak jatuh karena mengorbit bumi. Jadi, pada dasarnya mereka selalu jatuh tetapi tidak pernah mendarat. Pada ketinggian orbit shuttle space (250 mil di atas permukaan bumi), gaya gravitasi hanya berkurang sekitar 10%.

8.Jarak Bulan Dekat Dengan Bumi
Jika kita beranggapan jarak bulan dan bumi segini, sebenarnya itu salah. Karena jarak sebenarnya adalah sejauh ini.

Faktanya, jarak antara Bumi dan bulan adalah sekitar 384.400 kilometer. Ada satu hal unik antara Bumi dan bulan, yakni jarak tersebut diklaim bisa memuat jejeran seluruh planet yang ada di sistem tata surya. Yap walaupun agak aneh, faktanya memang segitu. Dan pun apabila benar bulan sedekat yang kita kira, maka penampakannya akan sebesar ini.

9.Bumi Itu Bulat Sempurna
Kita beranggapan bahwa bumi itu bulat seperti bulat bola , namun sayangnya faktanya tidak seperti itu. Tenang-tenang yang jelas bumi itu bukan datar melainkan oval. Sebenarnya Planet Bumi sedikit merata di kutub dan melebar di khatulistiwa dan juga, permukaannya terus berubah karena gerakan terus menerus dari lempeng tektonik dan erosi. Bentuk bumi cukup berbeda dari setiap jenis bola, melainkan lebih seperti kentang atau buah pir.

10.Percaya Pada Film Hollywood
Dulu banyak terdapat film luar angkasa yang mengandung sebuah hal yang tidak benar. Misalnya, dalam film peperangan antar bintang, pesawat yang terkena tembakan plasma atau laser atau apalah akan meledak dan menciptakan bola api dan suara yang menggelegar. Ini tidak benar. Yang paling jelas adalah bahwa luar angkasa adalah ruangan tanpa materi. Sedangkan suara membutuhkan materi seperti  gas, cairan dan padatan untuk bergerak melalui ruang. Karenanya suara tidak bisa terdengar.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »