Mengenal Passive Income dan Aktif Income

Mengenal Passive Income dan Aktif Income

Jika anda sudah membaca beberapa tulisan saya sebelumnya, pastinya sering bertemu dengan kata passive income. Dalam hal ini tentunya berhubungan dengan aktivitas bisnis dan metode bagaimana cara mendapatkan sebuah keuntungan dari bisnis tersebut.

Sering kita melihat orang bekerja pagi pulang malam. Upah gajinya perbulan namun selalu saja kekurangan. Bahkan ia harus merelakan quality time bersama keluarga. Dampaknya bahkan bisa berujung pada broken home dan perceraian. Atau anda mungkin pernah melihat seorang pembisnis yang kerjaannya cuma nyatai dirumah, akhir bulan selalu liburan dengan keluarga, banyak waktu buat bermain dan mendidik anaknya. Kenapa ada dua fenomena berbeda ini?, kuncinya adalah pada metode anda mencari nafkah.

Setidaknya ada dua jenis pemasukan (income) dalam mencari nafkah. Kedua jenis ini adalah passive income  atau pemasukan aktif dan active income atau pemasukan pasif.

Kenapa topik ini penting?. Karena saat anda akan melakukan sebuah usaha bisnis atau mencari nafkah, setidaknya anda sudah mengetahui metode mencari nafkah bagaimanakah yang cocok dan harus anda tekuni. Setidaknya tulisan ini bisa menjadi opsi bagi anda yang ingin memulai usaha dan mencari nafkah.

Oke, untuk memudahkan anda dalam memahami skema ini, izinkan saya membuat sebuah perumpamaan dalam bentuk cerita berikut.

Ada dua orang pemuda, mereka adalah Roni dan Toni. Kedua pemuda ini memiliki cita-cita besar ingin menjadi orang sukses dan milyader di usia muda, dengan niat agar bisa membantu meringankan beban orang tua dan membantu orang-orang yang kurang beruntung di desa mereka.

Suatu hari mereka menerima tawaran kerja dari pak RT, mereka diminta agar mengambil air di sungai dan membawanya ke desa untuk kebutuhan air masyarakat dengan upah akhir bulannya. Tanpa berfikir panjang, Roni dan Toni tidak akan menyia-nyiakan tawaran pak RT.

Setiap hari mereka mengangkut air dari sungai ke desa dengan menggunakan ember. Betapa senangnya mereka saat menerima upah pertamanya. Mereka bertekad untuk dapat mengangkut air lebih banyak lagi supaya upah bulan depan meningkat. Hari berganti-hari, mereka bekerja siang hingga sore. Bulan berganti-bulan, pemasukan mereka juga terus meningkat.

Suatu hari Roni tidak bekerja, ia kelelahan dan tubuhnya mulai melemah. Ia merasa jenuh dan tidak nyaman dengan profesinya saat ini. Roni mencari cara lain, ia berfikir bagaimana cara alternatif yang dapat menggantikan kerja kerasnya. "Kenapa tidak membuat saluran pipa saja, dari sungai ke desa?" gumamnya. Yap, ide cemerlang Roni!. Ia lalu mulai menghitung pendapatannya selama ini yang ia tabung dan membeli dan memasang pipa dari sungai ke desanya.

Dan sekarang tugas Roni menjadi dua, setengah hari menimba air dan setengah harinya ia memasang pipa. Tentu saja pendapatan bulannya menurun. Toni yang pernah ditawari ide cemerlangnya Roni menolak dan tetap kukuh dengan profesinya. Akhirnya pendapatan Toni melebihi Roni, itu karena Roni harus menggadaikan sebagian waktu dan sebagian pendapatannya untuk 'proyek' cemerlangnya.

Karena saking konsisten, Toni akhirnya dapat membeli rumah baru dan perabotannya. Sedangkan Roni tetap tinggal di rumah kontrakannya. Toni keheranan melihat Roni yang bahkan menggadaikan waktu malamnya untuk memasang saluran pipanya itu.

Nah, coba tebak apa yang terjadi?. Beberapa tahun kemudian Toni tetap saja dengan profesinya mengangkut air dari sungai ke desa, ia tidak ada waktu untuk istri dan anaknya bahkan untuk kehidupannya, umurnya habis untuk mengangkut air. Sedang Roni tidak, ia kini hanya duduk bersantai dirumah bersama istri dan anaknya dan setiap akhir pekan berlibur. Itu karena ia berhasil membangun saluran pipa yang terus-menerus mengalir ke desanya, dan proyek cemerlangnya itulah setiap bulannya Roni mendapat bayaran dari air yang ia salurkan kesana tanpa harus bersusah payah mengangkutnya lagi.

Hingga suatu ketika, Toni kesakitan dan tubuhnya melemah. Ia tidak sanggup bekerja lagi dan pendapatannyapun terhenti. Dan saat itu pula Roni sedang berlibur keluar negri menikmati hasil (income) dari aset yang dibangunnya.

Dari cerita diata maka model usaha Toni disebut Active income, dimana Toni bekerja untuk mendapatkan uang. Toni menggadaikan waktu dan tenaga anda untuk upah dan pendapatan.

Sedangkan tipe Roni adalah passive income dimana uang bekerja untuk Roni. Ia hanya perlu menguras sedikit waktu dan tenaga di awalnya untuk membangun sebuah aset dan 'mesin uang', lalu apabila sudah rampung Roni sudah dapat menikmati hasil tanpa harus bekerja lagi.

Dari sini kita dapat fahami bahwa Active Income atau pendapatan aktif adalah pemasukan dari usaha atau profesi yang anda tekuni, dimana anda aktif menukarkan waktu, tenaga, pikiran, skill dll dengan uang, upah maupun gaji. Baik anda terlibat secara langsung ataupun tidak. Selama anda masih memiliki kemampuan dan aktif dalam melakukan profesi anda, maka pemasukan terus bertambah. Namun saat anda tidak lagi mampu dan aktif dalam melakukan profesi anda maka pendapatan anda berhenti.

Pekerjaan yang termasuk dari active income ini adalah Employee dan Self Employee. Employee adalah mereka para karyawan, director, general manager, tukang kebun dll. Mereka yang masih memiliki Boss dan di gaji rutin. Self Employee adalah dokter yang buka praktek, artis, pemilik toko, konsultan berbagai jasa, pedagang. Mereka yang memperkerjakan diri sendiri tetapi tetap menukarkan waktu, tenaga, kehadiran diri sendiri dan segala skill yang mereka miliki untuk mendapatkan upah/income.

Sebaliknya, Passive Income atau pendapatan pasif adalah kebalikan dari active income. Merupakan penghasilan yang diperoleh tanpa harus bekerja lagi. Bukan berarti sama sekali tidak bekerja, melainkan anda harus bersusah terlebih dahulu diawal untuk membangun aset dan sistem untuk menciptakan sebuah 'mesin uang'. Sehingga saat 'mesin uang' tersebut sudah rampung maka anda tidak perlu bekerja lagi dan hanya menunggu pemasukan. Tugas anda selanjutnya hanya memantau, mengevaluasi, meupgrade dan memperbaiki masalah pada aset maupun sistemnya.

Lalu dari mana mereka mendapatkan pendapatan? jawabannya adalah dari Running System yang menggerakkan aset untuk terus berputar layaknya mesin pencetak uang.  Pekerja yang termasuk dalam tipe ini adalah mereka para Entrepreneur atau pengusaha besar yang berhasil membangun sistem bisnisnya, pembisnis waralaba, networking, investor, pemilik saham, pemilik property sukses dan masih banyak lainnya.

Bukan berarti seorang yang berada di passive income tidak lagi bekerja. Mereka awalnya juga harus bersabar menunggu hasil selagi membangun sistem. Lama waktu membangun sistem bervariatif, ada sampai bertahun bahkan juga berminggu. Solusi lain lebih cepat dengan membeli aset yang sudah memiliki running systemnya.

Contoh pelaku passive income seperti pembisnis waralaba/francise Kebab Baba Rafi. Dalam sebulan ia bisa mendapatkan 10.000.000 dolar dari penjualan dan profit francisenya. Padahal modal utamanya hanya 4 juta. Owner francise ini tidak perlu bekerja lagi karena ia sudah menciptakan sebuah sistem (ada yang mengatur produksi, distribusi, packaging dan sebagainya). Ia hanya memantau, mengevaluasi dan sebagainya.

Jika diperhatikan, tipe passive income  memang menggiurkan bahkan cita-cita semua umat. Namun, sepertinya untuk masuk ke dunia ini harus memiliki modal besar. Bagaimana dengan kami-kami ini yang tidak memiliki modal cukup?. Beruntunglah jika anda mengklik artikel ini, karena saya akan menuntun anda untuk memiliki model bisnis bertipe passive income yang cocok untuk anda bahkanpun tanpa modal yang besar.

Sebelum kita memasuki tahap itu berikut saya jelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan dari tipe active income  dan passive income. Kelebihan pendapat aktif atau active income anda akan mendapatkan keuntungan secara langsung setelah anda bekerja, jika anda punya skill dan kemampuan maka anda mendapatkan penghasilan. Kekurangan dari tipe ini adalah bahwa suatu saat tanpa dipungkiri performa kerja anda anda akan menurun dan waktupun semakin berkurang, hal ini juga akan mempengaruhi pendapatannya nantinya.

Kelebihan dari passive income sendiri seperti yang sudah kita ketahui bahwa tidak perlu susah payah menghabiskan tenaga dan waktu untuk mengurus usaha, tugas anda hanya mengevaluasi, memantau dan memperbaiki masalah. Kelamahannya, anda harus memiliki modal besar dan harus bersabar menunggu hasil dan tidak bisa dipastikan seberapa lama usaha anda membangun aset hingga berhasil, terlebih apabila ambruk di tengah jalan maka anda harus mengulanginya kembali.

Lalu manakah yang harus anda ambil? itu tergantung dimana kondisi dan kenyamanan anda serta keluarga anda. Jika anda nyaman pada model active income maka silahkan. Karena postingan ini fungsinya untuk memberikan opsi kepada anda. Bukankah kita lebih baik mencari cara yang nyaman daripada cara yang menguntungkan tetapi beresiko tinggi?.

Untuk teknik cara menghasilkan active income mungkin hampir semua kita sudah mengerti, namun bagaimana cara membangun running systemnya ala passive income dan itu juga dilakukan di internet. Ditambah lagi juga tanpa beresiko dan modal?. Sebelumnya pastikan dulu anda sudah mengenal beebrapa jenis dan tipe bisnis yang ada di internet.

Baca Selengkapnya: Macam-Macam Jenis dan Tipe Bisnis Online Yang Menguntungkan

Nah, tahap-tahap ini akan kita jelaskan di postingan berikutnya. Kita akan mengenali terlebih dahulu bagaimana cara membangun sebuah 'mesin uang', lalu memilih jenis-jenis bisnis passive income yang cocok buat anda. lalu belajar bagaimana teknik dan proses membangunnya. Pastikan anda selalu mengupdate artikel terbaru dari web ini.

No comments:

Powered by Blogger.