Prospek Bisnis Online Untuk Pemula


Bisnis online di Indonesia memiliki pertumbuhan sangat pesat karena menguntungkan. Banyak pelaku usaha yang mampu meningkatkan omzetnya setelah jualan via media online.

Menurut catatan Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA), bisnis online (e-commerce) tetap tumbuh dan meningkat hingga 3 kali lipat di tahun 2014. Itu tandanya bahwa permintaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa secara online terus meningkat.

Berpindahkan mode penjualan dari konvensional ke internet sudah dimaklumi sebagai tuntutan zaman. Dan sebagai pekerja bisnis juga dituntut untuk tetap agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Data survei juga mengungkap bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat genggam. Statistiknya sebagai berikut:
  • 67,2 juta orang atau 50,7 persen mengakses melalui perangkat genggam dan komputer.
    • 63,1 juta orang atau 47,6 persen mengakses dari smartphone.
    • 2,2 juta orang atau 1,7 persen mengakses hanya dari komputer.
Meski demikian, penetrasi internet tersebut mayoritas masih berada di Pulau Jawa. Dari survei yang dipresentasikan oleh APJII itu tercatat bahwa sekitar 86,3 juta orang atau 65 persen dari angkat total pengguna internet tahun ini berada di Pulau Jawa.

Sedangkan sisanya adalah sebagai berikut:
  • 20,7 juta atau 15,7 persen di Sumatera.
  • 8,4 juta atau 6,3 persen di Sulawesi.
  • 7,6 juta atau 5,8 persen di Kalimantan.
  • 6,1 juta atau 4,7 persen di Bali dan NTB.
  • 3,3 juta atau 2,5 persen di Maluku dan Papua.
APJII bekerja sama dengan Lembaga Polling Indonesia untuk melakukan survei tersebut. Proses survei dilakukan melalui tatap muka dengan metode multistep random sampling atau secara bertahap.

Dari aktivitas ngenet masyarakat Indonesia ini kemudian menghasilkan sebuah kebiasaan, khususnya perilaku jual beli di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey, mengakui memang masyarakat tengah mengalami perubahan perilaku, khususnya dalam pola belanja. Saat ini masyarakat, banyak memilih bertransaksi online dibanding secara konvensional.

Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta, mengatakan lebih tingginya minat masyarakat untuk berbelanja online dibandingkan konvensional menjadi salah satu penyebab transaksi di toko ritel yang ikut menurun.

Bayangkan aja, banyak perusahaan-perusahaan yang terpaksa gulung tikar akibat fenomena ini. Selebihnya mereka menutup sebagian cabangnya dan beralih kepada bisnis online.

Ramayana dan Matahari Mall menjadi contohnya, melihat fenomena yang terjadi terpaksa kedua perusahaan ritel ini beralih ke internet dalam menggapai pelanggannya. PT. Matahari Department Store terpaksa menutup dua gerai yang cukup besarnya di Pasaraya Blok.M dan Pasaraya Manggarai.

Pihak manajemen mengakui bahwa toko tutup lantaran pusat perbelanjaan sepi pengunjung, sehingga sudah tidak bisa mencapai target. Hal ini menjadi bukti bahwa telah ada tren pergeseran belanja masyarakat di mall. Semula dari offline ke online, sekarang mereka cenderung mencari hiburan jenis lain ketika pergi ke sebuah mall atau pusat perbelanjaan.

Pada tahun 2015 toko ritel offline yaitu Perusahaan ritel CD musik Disc Tarra sempat menutup beberapa gerainya di akhir tahun 2015, namun akhirnya perusahaan ini resmi menutup 100 gerainya pada tahun 2016.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa penjualan CD dan DVD terus mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, sehingga toko ritel CD musik menjadi tidak diminati lagi seperti masa kejayaannya di awal tahun 2000-an.

Pertengahan tahun 2017 kita dihebohkan dengan berita penutupan seluruh gerai 7-Eleven yang mengalami kebangkrutan. Ini terjadi lantaran adanya beberapa faktor terkait kerugian sebesar Rp 447,9 miliar di kuartal 1 pada tahun 2017 yang mengakibatkan akhirnya 7-Eleven resmi menutup seluruh gerainya pada 30 Juni 2017.

Tidak hanya toko, binis yang bergerak di sektor jasa juga mengalami hal yang sama. Go-jek menjadi contohnya. Kehadiran perusahaan berbasis online ini mengakibatkan persaingan ketat antara ojek online dan ojek offline bahkan tidak jarang terjadi keributan antar sesama.

Tidak tanggung-tanggung, gojek meluaskan jasanya hingga jasa pengiriman, pemesanan makanan, pembersih rumah, refleksi dan sebagainya.

Selain itu, fenomena ini menciptakan sebuah prospek baru bagi pemilik bisnis jasa kurir. Toko online tidak bisa dipisahkan dengan jasa kurir. Akhirnya mulai banyak bermunculan perusahaan-perusahaan jasa kurir di Indonesia. Bahkanpun perusahaan kelas pesawat Lion sekarang sudah mencoba melirik peluang ini dengan usahanya Lion Parcel.

Namun yang namanya bisnis online tidak selamanya berhubungan dengan penjualan product. Ada banyak tipe-tipe bisnis online yang dapat dimanfaatkan. Bahkanpun dari modal minim kini sudah bisa memulai usahanya didunia maya, oleh segala umur dan dimanapun.

No comments:

Powered by Blogger.